Sugeng rawuh

hayooooooo!!

mbuka blogku nih, ketauan dehh.. :P
Selamat membaca ^^

Jumat, 24 Juni 2011

Bukan Sekedar Merapi


Mungkin 4 kata tersebut yang bisa menggambarkan merapi sejak dahulu hingga sekarang.
Bagi kita orang yang tidak tinggal di lerng merapi, Merapi hanyalah gunung aktif yang beberapa bulan lalu meletus dan menyusahkan banyak pihak.
Tetapi bagi mereka, warga yang hidup di lereng merapi sejak lahir punya rasa lain.





Welcome to merapi
Tanggal 17-18 Juni 2011 lalu saya dan teman-teman mengikuti workshop “Mengenal Kearifan Lokal” yang acaranya berupa live-in di 7km lereng merapi, tepatnya di Desa Ngandong, Paroki Sumber, Muntilan, kabupaten Magelang, Jawa Tengah.






Kelompok saya terdiri dari:
• Bernardin Anindya Siwi (arsitektur 09)
• Melyn (arsitektur 08)
• Y. Gilang (arsitektur 08)
• Hamid Hendy (arsitektur 08)
• Daru (Ilmu Komputer 08)







Di desa Ngandong, saya bersama kak Melyn tinggal di rumah Bapak Maryono (seorang petani) dan Ibu Rumiyati (Ibu rumah tangga) serta adek Revana(kelas 6 SD). Kesan pertama mengenal keluarga mereka itu sangat ramah walaupun bertemu kita orang baru.

 








Kearifan Lokal


Jalan-jalan pertama kita ke rumah Mbah Bekti, sesepuh desa Ngandong.
Rumahnya disebut jenis Rumah Kampung.
Pembuatan rumah tersebut juga tidak sembarangan, semua menggunakan upacara dengan pembuatan nasi liwet untuk memohon ijin Kyai Batu Bumi, yang di dalam adat jawa sebagai dewa Bumi.

Penebangan kayu juga tidak sembarang hari terutama tidak boleh hari peringatan kelahiran anak atau peringatan meninggalnya orang tua si pemilik rumah.
Penebangan kayu juga harus hari pasaran Kliwon atau Pahing karena menurut logika sekarang kalau pohon setiap hari ditebang maka pohon tersebut tidak akan bertumbuh dan habis.


Rumah Kampung terdapat 4 saka guru di dalamnya untuk menopang rumah tersebut. Saka Guru tersebut berpondasi umpak. Kayu yang digunakan untuk saka guru dari pohon Jati atau pohon nangka yang kuat. Tinggi Saka guru tergantung panjang telapak kaki (pacakan) pemilik rumah dikali rata-rata 12 atau 13. Semakin panjang maka rumah tersebut semakin tinggi.

Rumah Kampung ini milik mbah Bekti ini berdinding anyaman bambu jenis bambu apus atau bisa juga bambu wulung. Anyaman bambu pada dinding luar disebut gedheg, sedangkan pada dinding dalam disebut kepang.
Rumah kampung memiliki tambahan ruangan, tambahan yang dibangun di luar rumah disebut Gombak, sedangkan tambahan bagian belakang disebut Kuncung. 


Warga desa Ngandong memiliki harta berupa sapi. Untuk menyimpan harta tersebut mereka membangun kandang bahkan lebih bagus dari rumah mereka.
Biasanya kandang berdekatan dengan dapur, dikarenakan untuk keamanan ternak.
Kandang ini bermaterial pecahan batu kali dengan tebal 7 – 8 cm. Batu kali ini berguna menghangatkan ternak di dalamnya.




Selain kandang, ada juga rumah yang terbuat dari pecahan batu kali yang dibuat sekaligus dinding masif. Memilih material batu kali karena tidak cepat rusak, bisa bertahan sampai 50 tahun.






Sharing dengan warga

Pk. 19.00 kelompok kami berkumpul di rumah bapak Surat untuk sharing dengan warga.
Mereka bercerita tentang kepercayaan adat mereka tentang dewa-dewa:
- Dewi Sri yang dianggap sebagai dewi padi
- Dewa Brama Gedali sebagai dewa api

Walaupun merapi meletus beberapa bulan lalu menakutkan mereka tetap bersyukur, karena bagi mereka merapi membawa berkah.
Lahir dan menetap di lereng Merapi bagi mereka ada suka dukanya.
   - Sukanya yaitu masyarakatnya saling gotong royong, memberi, saling melengkapi.
   - Dukanya yaitu kalau gagal panen tetapi mereka tetap bersemangat dalam bekerja demi kelagsungan hidup.
Saat ditanya “mengapa tidak pindah ke kota untuk hidup lebih layak?”. Mereka menjawab tidak semua masyarakat Ngandong bisa baca tulis sehingga kalaupun hidup di kota, mereka juga tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, lebih baik di desa bercocok tanam di lahan sendiri.


Penghasilan mereka bisa didapat dengan 3 jenis:
-harian, mereka bekerja sebagai buruh harian di mana saja yang memerlukan tenaga kerja atau dengan mencari kayu di ladang untuk dijual.
- bulanan, dengan bertani di lahan mereka pasti akan menghasilkan setiap bulannya.
-tahunan, mereka mempunyai ternak yang bisa dijual setiap tahunnya.
Dari ketiga penghasilan tersebut, bagi mereka kelangsungan hidup akan cukup jika digunakan secara sederhana.


foto2 dapat dilihat lebih banyak di

Sekian dan terima kasih ^^

Kamis, 02 Juni 2011

birthday

What a great thing is a anything you get, best / even the worst which you faced with patient, calmness, and unlimited gratitude to GOD..

BaD things became worst when you say enough, but goodness become best..

Congrats nin!
Start now you're given chance to hold the bigger responbility that establish your self on the future..

I will always be able to say enough for happiness and shout thank for every condition, paticularly difficulties.

Just smile and say thank and enough for sure situation on pray..^^